Tuhan meminta kita untuk senantiasa berjaga-jaga. Kematian memang tidak dapat kita kendalikan, tetapi sikap kita dalam menghadapinya ada dalam kendali kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut atau khawatir secara berlebihan. Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kita hidup dalam kesiapan rohani setiap hari.
Berjaga-jaga berarti hidup dalam keadaan rahmat, menjaga relasi dengan Tuhan melalui doa, sakramen, dan Kitab Suci. Berjaga-jaga juga berarti waspada terhadap godaan, tidak menunda pertobatan, serta setia dalam melaksanakan kehendak-Nya. Seperti dalam perumpamaan hamba yang bijaksana, kita pun dipanggil untuk menjalankan tugas hidup kita dengan penuh tanggung jawab. Jika kita setia, maka Tuhan akan menyambut kita dalam kasih-Nya yang kekal.
*_Sr. M. Juanita, P.Karm_*
Kamis 28 Agu 2025
Pw St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
1Tes 3:7-13 Mzm 90:3-4.12-14.17 Mat 24:42-51
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com
*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/B8acoC0NhgwKH2RCMkZXbM
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup