KASIH SETIA ALLAH
Selasa 06 Jan 2026Hari Selasa sesudah Penampakan Tuhan Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita (1Yoh 4:10) 1Yoh 4:7-10 Mzm 72:2-4.7-8 Mrk 6:34-44 ---o---
Sering kali kita berpikir, `Kalau aku hidup baik, rajin berdoa, dan sering ke Gereja, maka Tuhan akan menyayangiku.` Namun, kasih Allah tidak bekerja seperti kasih manusia. Kasih-Nya tidak bersyarat, tidak bergantung pada seberapa baik usaha kita.
Melalui surat Yohanes ini, kita diingatkan bahwa kasih sejati berasal dari Allah. Bukan karena kita layak dikasihi, melainkan karena Dialah yang lebih dahulu mengasihi kita. Bahkan saat kita menjauh dari-Nya, ketika hati kita diliputi dosa dan kesalahan, Allah tetap setia mengasihi kita.
Yesus Kristus, dalam kasih-Nya yang sempurna, rela mengorbankan diri-Nya dan wafat di kayu salib. Ia menjadi pendamaian bagi dosa-dosa kita` bukan karena kita layak, melainkan karena kasih Allah yang besar dan tanpa syarat.
Marilah kita senantiasa membuka hati untuk menyadari dan merenungkan kasih Allah ini. Setiap kali kita memandang salib, menerima Ekaristi, dan berbalik kepadaNya dalam pertobatan, semoga hati kita dipenuhi syukur atas kasih Allah yang mendahului segalanya. (Sr. M. Emma, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.