KERENDAHAN HATI DALAM MEMOHON
Kamis 15 Jan 2026Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku (Mrk 1:40) 1Sam 4:1-11 Mzm 44:10-11.14-15.24-25; Mrk 1:40-45 ---o---
Waktu masih sekolah, saya seringkali berdevosi Novena Tiga Salam Maria, terutama saat sedang menghadapi ujian. Tentu saja isi doa saya adalah meminta pertolongan Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria, agar dapat menghadapi ujian dengan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Saya bersyukur, karena permintaan saya selalu dikabulkan Tuhan. Akan tetapi, menilik kata-kata orang sakit kusta yang begitu rendah hati dan menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Tuhan, saya menyadari bahwa doa-doa saya seringkali mendikte Tuhan, menuntut agar keinginan saya terwujud.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali berdoa dengan daftar permintaan yang panjang, dan menuntut Tuhan untuk segera mengabulkannya. Akibatnya, kita jatuh dalam kekecewaan, putus asa, dan hampa ketika doa-doa kita tidak terjawab. Doa yang sejati lahir dari kerendahan hati. Kerendahan hati dalam meminta berarti kita sadar bahwa yang menjadi pusatnya ialah Tuhan. Kita berdoa bukan dengan memaksa, tetapi dengan penuh iman menyerahkan segala sesuatu pada kasih dan kehendak-Nya. Jika kita memohon dengan iman dan percaya bahwa Tuhan memberi yang terbaik, maka kita akan rela menerima jawaban apapun dengan penuh syukur. (Titin) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.