PEWARTA SABDA ALLAH
Kamis 05 Feb 2026Pw St. Agata, Perawan dan Martir Ia memanggil kedua belas rasul itu dan mengutus mereka berdua-dua (Mrk 6:7a) 1Raj 2:1-4.10-12 MT 1Taw 29:10-12 Mrk 6:7-13 ---o---
Menjadi pewarta sabda Allah bukan hanya tugas para rasul, melainkan juga panggilan bagi setiap orang Kristen. Yesus Kristus mengutus para murid-Nya untuk mewartakan Injil bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Ia mengutus mereka tidak sendirian, tetapi berdua-dua. Hal ini mengandung makna bahwa pewartaan sabda Allah hendaknya dilakukan bersamasama dalam semangat communion atau persekutuan. Demikian pula kita, para pengikut-Nya, diutus bersamasama untuk mewartakan sabda-Nya yang membawa sukacita penyelamatan.
Apakah menjadi pewarta sabda Allah harus sama seperti para rasul dua ribu tahun lalu, yang berkeliling dari kota ke kota, desa ke desa, untuk mewartakan Injil? Tentu saja tidak. Panggilan luhur ini dapat kita wujudkan mulai dari dalam diri kita sendiri, yaitu dengan menjadi pelaku sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata kita dapat menjadi teladan bagi sesama, khususnya bagi mereka yang ada di sekitar kita. Maka, jadilah pelaku sabda Allah dan pancarkanlah kasih Allah kepada sesama! (Sr. M. Alisia, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.