MEMULIAKAN TUHAN DENGAN SEPENUH HATI
Selasa 10 Feb 2026Pw St. Skolastika, Perawan Ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku (Mrk 7:6b) 1Raj 8:22-23.27-30 Mzm 84:3-5.10-11 Mrk 7:1-13 ---o---
Apakah Anda sungguh telah memuliakan dan memuji Tuhan dengan sepenuh hati? Tidak jarang, baik secara sadar maupun tidak, kita justru mencuri kemuliaan Tuhan. Kita memuji-Nya dengan katakata, tetapi hati kita jauh dari-Nya. Bahkan dalam berbagai kesempatan seperti Misa, ibadat, atau adorasi, kita mungkin hadir secara fisik dan turut bernyanyi, namun pikiran kita melayang ke mana-mana. Hati kita tidak sungguh tertuju kepada Tuhan.
Memuliakan Tuhan tidak hanya dilakukan saat segalanya berjalan baik. Justru dalam situasi sulit`ketika kita ditolak, menderita, atau difitnah`pujian kita menjadi lebih murni. Di situlah iman diuji, dan rahmat Tuhan justru melimpah. Sayangnya, di saat seperti itu, pujian mudah tergantikan oleh keluhan. Kita merasa Tuhan jauh. Padahal, pujian yang lahir dari penderitaan adalah bentuk pengakuan iman yang sejati.
Injil hari ini mengajak kita untuk senantiasa memuliakan Tuhan dengan segenap hati, pikiran, dan perkataan`dalam segala situasi, bukan hanya saat senang, tetapi juga saat susah. Ketika kita setia memujiNya, nama-Nya akan semakin ditinggikan, dan kita pun dibentuk menjadi pribadi yang semakin percaya, tabah, dan rendah hati. (Sr. M. Hillary, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.