#renungan
*MENJAGA KESUCIAN HATI*
Rabu 11 Feb 2026
_Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya (Mrk 7:15)_
Yesus menekankan bahwa kekudusan atau kenajisan seseorang tidak ditentukan oleh hal-hal lahiriah semata, tetapi oleh apa yang keluar dari dalam hatinya. Orang Yahudi pada masa itu sangat terpaku pada aturan-aturan lahiriah, seperti makanan halal-haram dan upacara penyucian. Namun, Yesus mengajak kita untuk melihat lebih dalam ` kepada hati.
Banyak orang yang masih menilai seseorang dari penampilan luar, status sosial, cara bicara, atau kebiasaan lahiriah. Padahal, yang benar-benar menentukan kualitas manusia adalah isi hatinya: apakah ia penuh kasih atau kebencian, apakah ia jujur atau munafik, apakah ia membawa damai atau justru menyebarkan pertikaian?
Yesus ingin kita memeriksa isi hati kita sendiri. Perkataan dan tindakan kita sehari-hari mencerminkan apa yang tersembunyi di dalam hati. Jika hati kita dipenuhi amarah, iri hati, atau kesombongan, maka itulah yang akan keluar dari hidup kita dan mencemari hubungan dengan sesama maupun dengan Tuhan. Sebaliknya, jika hati kita dipenuhi kasih, pengampunan, dan kerendahan hati, maka hidup kita akan menjadi berkat bagi orang lain.
*_Sr. Imelda, P.Karm_*
Rabu 11 Feb 2026
1Raj 10:1-10 Mzm 37:5-6.30-31.39-40; Mrk 7:14-23
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com
*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/B8acoC0NhgwKH2RCMkZXbM
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup