KESETIAAN DALAM PENDERITAAN
Kamis 19 Feb 2026Hari Kamis sesudah Rabu Abu Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga (Luk 9:22) Ul 30:15-20 Mzm 1:1-4.6 Luk 9:22-25 ---o---
Yesus secara terbuka menyatakan misi hidupNya: menderita, ditolak, dibunuh, dan bangkit. Bagi para murid, pernyataan ini tentu sangat mengejutkan. Mereka berharap Mesias datang sebagai pahlawan yang membebaskan secara politik dan sosial, bukan sebagai pribadi yang harus mengalami penderitaan dan kematian. Namun, Yesus menunjukkan bahwa penderitaan bukanlah kegagalan, melainkan bagian dari rencana keselamatan Allah.
Sebagai pengikut-Nya, kita pun diajak untuk tidak takut menghadapi penderitaan atau penolakan dalam hidup ini. Tidak jarang kita menjumpai jalan hidup yang tidak sesuai harapan. Namun, seperti Yesus, kita dapat tetap setia dan percaya bahwa di balik salib, selalu ada harapan. Seperti pohon yang harus dipangkas agar bisa bertumbuh lebih kuat dan berbuah lebih banyak, kita pun kadang harus melewati masa-masa sulit agar iman kita semakin bertumbuh dan matang. Maka, janganlah putus asa saat menghadapi masalah. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam penderitaan. Kesetiaan kita dalam menjalani penderitaan bersama Kristus akan mengantar kita pada kehidupan yang baru dan penuh makna. (Anna) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.