#renungan

*TANDA UNTUK BERTOBAT*

Rabu 25 Feb 2026

_`...kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.` (Luk 11: 29b)_


Yesus menjelaskan kembali bagaimana Nabi Yunus muncul sebagai tanda bagi penduduk Niniwe untuk bertobat. Kini, kehadiran Yesus sendiri juga merupakan tanda bagi setiap orang untuk bertobat dan menyesali dosa-dosanya. Yesus mengajar dan melakukan banyak mukjizat semata-mata bukan untuk menarik perhatian, melainkan agar kita sadar akan kasih Allah dan kembali kepada-Nya.

Pertobatan sejati terjadi di dalam hati ketika kita mengalami kasih Allah, bukan hanya karena menyaksikan hal-hal luar biasa. kekaguman atau rasa takjub hanyalah sementara dan tidak cukup untuk membawa pertobatan yang sejati. Hati yang sungguh-sungguh bertobat adalah anugerah dari Allah sekaligus hasil usaha tanpa henti dari kita, orang berdosa.

Pertobatan sejati lahir dari kesadaran akan kasih Allah dan ketidaksesuaian hidup kita dengan kasih-Nya. Berasal dari rasa syukur, pertobatan memerlukan keberanian untuk mengakui kelemahan dan ketidaksempurnaan diri, mendorong kita untuk terus memperbaiki diri dengan tekad yang tulus.

Ya Tuhan, berilah kami rahmat untuk melihat setiap peristiwa hidup sebagai ajakan-Mu untuk bertobat dan menyesali dosa. Amin.

*_Fr. Damian, CSE_*

Rabu 25 Feb 2026
Yun 3:1-10 Mzm 51:3-4.12-13.18-19 Luk 11:29-32

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/B8acoC0NhgwKH2RCMkZXbM
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup