#renungan

*IBADAH YANG BERKENAN DI HATI ALLAH*

Jumat 27 Feb 2026

_Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Mat 5:20)_


Yesus menegaskan bahwa hidup keagamaan yang sejati harus melampaui sikap lahiriah, sebagaimana yang dijalankan oleh orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka memang tekun menaati hukum, rajin beribadah, dan tampak saleh di hadapan orang lain, tetapi kesalehan mereka hanya berhenti pada aturanaturan luar, tanpa menyentuh kedalaman hati.

Yesus mengajak kita untuk masuk lebih dalam, karena ukuran Kerajaan Surga bukanlah semata-mata ritual atau tampilan religius, melainkan keadilan, kasih, dan kemurnian hati. Itulah sebabnya Ia mengingatkan bahwa bukan hanya tindakan membunuh yang mendatangkan hukuman, melainkan juga amarah, kata-kata kasar, hinaan, dan kebencian yang kita pelihara terhadap sesama.

Selain itu, Yesus juga menekankan bahwa ibadah yang benar tidak dapat dipisahkan dari relasi yang baik dengan sesama (bdk. Ay 23). Rekonsiliasi menjadi syarat agar persembahan kita berkenan di hadapan Allah. Maka, ibadah yang sejati adalah ibadah yang lahir dari hati yang bersih, bebas dari dendam, dan penuh kasih. Inilah wujud nyata dari iman yang lebih benar daripada iman orang Farisi dan ahli Taurat`iman yang tidak hanya berhenti pada kata-kata atau aturan, tetapi hidup dalam kasih yang memulihkan.

*_Fr. Ernestus de Deo, CSE_*

Jumat 27 Feb 2026
Yeh 18:21-28 Mzm 130:1-8 Mat 5:20-26

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/B8acoC0NhgwKH2RCMkZXbM
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup