HIDUP DALAM KASIH, BUKAN ATURAN
Rabu 11 Mar 2026Hari Biasa Pekan III Prapaskah Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya (Mat 5:17) Ul 4:1.5-9 Mzm 147:12-13.15-16.19-20; Mat 5:17-19 ---o---
Yesus berkata bahwa Dia datang bukan untuk menghapus atau menghilangkan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Artinya, Yesus tidak meniadakan perintah Allah, melainkan menunjukkan makna terdalamnya. Hukum Allah bukan hanya aturan, melainkan jalan hidup yang membawa kita pada kasih dan kebenaran.
Dalam hidup sehari-hari, kita sering melihat hukum atau aturan sebagai batasan yang menyusahkan. Namun, Yesus mengajarkan bahwa ketaatan sejati lahir dari kasih, bukan dari rasa terpaksa. Ketika kita jujur, menepati janji, mengampuni, dan berbuat baik tanpa pamrih, kita sebenarnya sedang menggenapi hukum kasih itu sendiri. Melalui cara hidup seperti inilah kita menjadi saksi bahwa hukum Tuhan bukan beban, melainkan pedoman menuju hidup yang damai. Maka, marilah kita belajar melihat setiap ajaran Yesus sebagai undangan untuk mengasihi lebih dalam, tidak hanya mematuhi aturan, tetapi juga menghidupi kasih yang membebaskan. (Fr. Remigius dari Salib, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.