MENELADANI KETULUSAN SANTO YOSEF
Kamis 19 Mar 2026Hari Raya St. Yosef, Suami St. Perawan Maria Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam (Mat 1:19) 2Sam 7:4-5.12-14.16 Mzm 89:2-5.27.29; Rm 4:13.16-18.22 Mat 1:16.18-21.24 atau Luk 2:41-51 ---o---
Injil Matius menuliskan bahwa St. Yosef, suami dari Santa Perawan Maria, adalah keturunan Raja Daud dari suku Yehuda. Kisah tentang kehidupan St. Yosef tidak banyak diketahui. Akan tetapi, Kitab Suci menggambarkan St. Yosef sebagai seorang Yahudi yang saleh dan taat kepada kehendak Allah. Kesalehan dan kasihnya kepada Allah juga terpancar dalam sikapnya yang tulus dalam berelasi dengan sesama.
Sebagai pribadi yang tulus hati, St. Yosef memiliki hati yang bersih, jujur, tidak berpura-pura, dan tidak ada yang tersembunyi. Hal ini tampak dalam diri St. Yosef ketika ia mengetahui kehamilan Maria sebelum mereka hidup bersama dalam pernikahan. St. Yosef tidak ingin mencemarkan nama Maria di masyarakat. Ia mengikuti kehendak Allah dan mengambil Maria sebagai istrinya.
Sebagai orang Kristen, apakah kita selalu mengikuti kehendak Tuhan dan berlaku tulus kepada sesama? Ataukah kita justru merasa senang dan menjelekkan sesama yang jatuh dalam kesalahan? Mari kita meneladani St. Yosef dengan berlaku tulus di hadapan Tuhan dan sesama serta membantu mereka yang berada dalam kesulitan. (Sr. Serafine, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.