MENEMUKAN IDENTITAS KITA DALAM KASIH ALLAH
Jumat 20 Mar 2026Hari Biasa Pekan IV Prapaskah Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku (Yoh 7:29) Keb 2:1.12-22 Mzm 34:17-21.23; Yoh 7:1-2.10.25-30 ---o---
Pernyataan Yesus yang sederhana ini kembali mengingatkan kita bahwa seluruh hidup dan karya-Nya bersumber dari relasi-Nya yang begitu dekat dengan Bapa. Yesus datang bukan untuk menjalankan kehendak-Nya sendiri, melainkan untuk mewujudkan kasih Bapa bagi dunia. Di balik kata-kataNya, kita melihat kerendahan hati dan ketaatan Yesus kepada Bapa yang mengutus-Nya.
Bagi kita yang hidup di zaman ini, sabda tersebut menjadi ajakan untuk kembali menyadari dari mana kita berasal dan ke mana tujuan kita. Di tengah hiruk-pikuk dan tekanan hidup, kita seringkali kehilangan fokus dan jati diri. Yesus mengajak kita untuk menemukan kembali identitas kita sebagai anak-anak Allah dan menjalani hidup sebagai sebuah perutusan. Seperti Yesus yang tetap setia kepada Bapa meskipun ditolak dan diragukan, kita pun dipanggil untuk tetap teguh dalam iman dan menjadi tanda kasih Allah di mana pun kita berada.
Ketika kita merawat relasi dengan Allah melalui doa dan Ekaristi, kita akan semakin dimampukan memahami kehendak-Nya dan menjalani hidup dengan lebih jernih. Semoga sabda ini meneguhkan kita untuk hidup dekat dengan Bapa dan dengan setia mewujudkan kasih-Nya dalam tindakan sederhana yang kita lakukan setiap hari. (Fr. Euphrasius Vigilius, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.