MENELADANI YESUS YANG TAAT DAN RENDAH HATI
Kamis 30 Apr 2026Hari Biasa Pekan IV Paskah Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya (Yoh 13:16) Kis 13:13-25 Mzm 89:2-3.21-22.25.27; Yoh 13:16-20 ---o---
Tuhan Yesus adalah teladan utama dalam ketaatan dan kerendahan hati. Meskipun Ia adalah Allah, Ia tidak mempertahankan kemuliaan-Nya, melainkan merendahkan diri dan menjadi hamba. Ia taat sampai wafat di kayu salib (bdk. Flp 2:6-8). Yesus tidak pernah mempertanyakan kehendak Bapa, tidak protes, dan tidak menolak jalan salib yang harus Ia tempuh. Sebaliknya, Ia menegaskan, `Makananku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku` (Yoh 4:34).
Sikap Yesus ini mengajak kita untuk hidup dalam kerendahan hati dan ketaatan. Dalam kehidupan bersama, kita dipanggil untuk menghormati dan menaati mereka yang dipercaya memimpin kita: pemimpin komunitas, ketua lingkungan, maupun imam yang menggembalakan umat. Melalui mereka, Allah sering kali menyatakan kehendak-Nya.
Walaupun kita tidak selalu memahami rencana Tuhan, kita percaya bahwa kehendak-Nya adalah yang terbaik bagi hidup kita. Kita akan menemukan sukacita sejati ketika kita bersedia melaksanakan kehendak-Nya dan membuka hati untuk dibimbing oleh-Nya setiap hari. Semoga teladan Yesus meneguhkan kita untuk taat, rendah hati, dan setia menjalani kehendak Allah. (Sr. M. Emma, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.