MENYERAHKAN SEGALANYA KEPADA TUHAN
Selasa 26 Mei 2026Pw St. Filipus Neri, Imam Berkatalah Petrus kepada Yesus: `Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!` (Mrk 10:28) 1Ptr 1:10-16 Mzm 98:1.2-3.3-4 Mrk 10:28-31 ---o---
Ketika Petrus mengikuti Yesus, sesungguhnya ia tidak terlalu mengalami kesulitan untuk meninggalkan rumah, saudara laki-laki atau perempuan, ibu atau ayah, anak-anak, ataupun tanah miliknya demi Kristus. Namun, yang menjadi tantangan terbesar baginya adalah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan.
Sesungguhnya, Tuhan tidak pernah meminta lebih dari apa yang telah Ia berikan. `Berilah kepada Yang Mahatinggi seperti yang telah diberikan-Nya kepadamu` (Sir. 35:10). Kita percaya kepada Allah karena Ia telah memberikan diri-Nya sepenuhnya kepada kita dan kepada seluruh ciptaan-Nya. Betapa besar makna pemberian diri tersebut. `Segala-galanya` yang Ia berikan bukan sekadar rumah rohani-Nya (surga), keluarga rohani-Nya, ataupun harta rohani-Nya seperti gelar dan wewenang. Lebih daripada itu, Ia memberikan hati, pikiran, dan batin-Nya yang terdalam. Sebagaimana Ia sendiri berkata, `Seperti Bapa telah mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.`
Kini tiba saatnya bagi kita untuk memberikan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Marilah kita menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. (Sr. Mary Jacinta, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.