#renungan

*KASIH YANG MENYEMBUHKAN HATI*

Selasa 16 Jun 2026

_Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Mat 5:44)_


Yesus berkata, `Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.` Kalimat ini terdengar indah, tetapi sangat sulit dijalani, apalagi di zaman sekarang. Kita hidup di dunia yang penuh komentar pedas, ujaran kebencian di media sosial, persaingan tidak sehat, dan luka akibat dikhianati orang terdekat. `Musuh` hari ini mungkin bukan orang yang mengangkat senjata, tetapi mereka yang menyakiti kita melalui kata-kata, sikap, atau keputusan.

Yesus tidak meminta kita berpura-pura bahwa luka itu tidak ada. Ia tahu bahwa mengasihi musuh itu berat. Namun, Ia mengajak kita keluar dari lingkaran balas dendam. Ketika kita membalas kebencian dengan kebencian, luka hanya bertambah. Tetapi ketika kita memilih mendoakan orang yang menyakiti kita, hati kita sendiri mulai disembuhkan.

Mengasihi musuh bukan berarti membenarkan kejahatan. Mengasihi berarti menolak menjadi sama jahatnya. Di tengah budaya `cancel,` hinaan, dan saling serang, murid Kristus dipanggil menjadi tanda yang berbeda: membawa terang, bukan api.

*_Fr. Clement Maria, CSE_*

Selasa 16 Jun 2026
1Raj 21:17-29 Mzm 51:3-6.11.16 Mat 5:43-48

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/L5LwkJsLw1YH6UfZTF3L8C
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup