#renungan
*AKU BUKAN HAKIM*
Senin 22 Jun 2026
_Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Mat 7:2)_
Apa hubungan antara melihat, mengukur, dan menghakimi? Ketika melihat sesuatu, kita sering kali langsung mengukurnya dengan standar pribadi. Dari ukuran itulah lahir penilaian, dan penilaian itu dapat berubah menjadi penghakiman. Padahal, ukuran yang kita gunakan kerap dipengaruhi oleh ego dan perasaan, sehingga jauh dari sikap objektif.
Kita mudah melihat selumbar di mata orang lain, tetapi tidak menyadari balok di mata sendiri. Kesalahan kecil sesama tampak jelas, bahkan menjadi bahan pembicaraan, sedangkan kesalahan diri sendiri sering diabaikan. Tanpa sadar, kita menempatkan diri sebagai hakim dan merasa lebih benar daripada orang lain.
Yesus mengingatkan bahwa ukuran yang kita pakai untuk mengukur orang lain akan diukurkan kembali kepada kita. Karena itu, kita diajak untuk terlebih dahulu bercermin, mengakui kelemahan dan dosa pribadi, serta belajar bersikap rendah hati.
Marilah kita berkomitmen untuk melihat dan menilai dengan ukuran Tuhan, yaitu kasih. Kita dipanggil bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengasihi dan menolong sesama.
*_Sr. M. Stevane, P.Karm_*
Senin 22 Jun 2026
2 Raj 17:5-8.13-15.18 Mzm 60:3-5.12-13; Mat 7:1-5
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com
*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/L5LwkJsLw1YH6UfZTF3L8C
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup