PERSEMBAHAN YANG BERKENAN
Rabu 01 Jul 2026Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang (Am 5:22) Am 5:14-15.21-24 Mzm 50:7-13.16-17; Mat 8:28-34 ---o---
Dalam kehidupan beragama, banyak dari kita kerap lebih berfokus pada ritus dan tata ibadah daripada nilai pokok yang dikehendaki Tuhan, yaitu belas kasih dan kebenaran Injil. Kita sering menghabiskan banyak waktu untuk memperjuangkan kebenaran ritus tertentu dalam liturgi, tetapi kurang memberi perhatian pada penghayatan kebenaran Injil dalam kehidupan sehari-hari, seperti cinta kasih, pengampunan, kesetiaan, dan kejujuran. Akibatnya, ibadah mudah dipahami hanya sebagai rutinitas pertemuan mingguan, bukan sebagai gaya hidup yang dihayati setiap hari.
Bacaan hari ini menyingkapkan isi hati Tuhan terhadap ibadah yang demikian: Tuhan tidak berkenan pada ibadah yang tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Ritus memang penting, tetapi bukan yang paling utama. Dari kedalaman hati-Nya, Tuhan menghendaki agar umat-Nya mempersembahkan korban bakaran yang sejati`bukan hewan sembelihan, darah hewan, uang, atau barang`melainkan hidup yang terus berjuang melakukan kebenaran Injil.
Melalui jatuh bangun dalam mengasihi, mengampuni, setia, dan berlaku jujur, kita mempersembahkan persembahan yang harum di hadapan Tuhan, bahkan lebih berkenan daripada kurban persembahan yang bersifat material. (Fr. Moses Maria, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.