#renungan
*PERSEMBAHAN YANG BERKENAN*
Rabu 01 Jul 2026
_Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang (Am 5:22)_
Dalam kehidupan beragama, banyak dari kita kerap lebih berfokus pada ritus dan tata ibadah daripada nilai pokok yang dikehendaki Tuhan, yaitu belas kasih dan kebenaran Injil. Kita sering menghabiskan banyak waktu untuk memperjuangkan kebenaran ritus tertentu dalam liturgi, tetapi kurang memberi perhatian pada penghayatan kebenaran Injil dalam kehidupan sehari-hari, seperti cinta kasih, pengampunan, kesetiaan, dan kejujuran. Akibatnya, ibadah mudah dipahami hanya sebagai rutinitas pertemuan mingguan, bukan sebagai gaya hidup yang dihayati setiap hari.
Bacaan hari ini menyingkapkan isi hati Tuhan terhadap ibadah yang demikian: Tuhan tidak berkenan pada ibadah yang tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Ritus memang penting, tetapi bukan yang paling utama. Dari kedalaman hati-Nya, Tuhan menghendaki agar umat-Nya mempersembahkan korban bakaran yang sejati`bukan hewan sembelihan, darah hewan, uang, atau barang`melainkan hidup yang terus berjuang melakukan kebenaran Injil.
Melalui jatuh bangun dalam mengasihi, mengampuni, setia, dan berlaku jujur, kita mempersembahkan persembahan yang harum di hadapan Tuhan, bahkan lebih berkenan daripada kurban persembahan yang bersifat material.
*_Fr. Moses Maria, CSE_*
Rabu 01 Jul 2026
Am 5:14-15.21-24 Mzm 50:7-13.16-17; Mat 8:28-34
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com
*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/L5LwkJsLw1YH6UfZTF3L8C
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup