TETAP MENJADI GANDUM YANG BAIK
Selasa 28 Jul 2026Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman (Mat 13:40) Yer 14:17-22 Mzm 79:8-9.11.13 Mat 13:36-43 ---o---
Dunia bagaikan sebuah ladang, tempat kebaikan dan kejahatan tumbuh berdampingan. Melalui perumpamaan tentang lalang di antara gandum, kita diingatkan bahwa Tuhan memberi waktu bagi setiap orang untuk bertumbuh. Ia tidak segera melenyapkan kejahatan, tetapi dengan sabar memberi kesempatan agar rahmat-Nya bekerja dalam hati kita yang masih sering diliputi dosa.
Tantangan terbesar bukanlah keberadaan `lalang` di sekitar kita, melainkan bagaimana kita tetap menjadi `gandum` yang baik. Dalam kesibukan dan egoisme, tanpa sadar kita pun bisa membiarkan `lalang` tumbuh dalam diri: sikap acuh tak acuh, kurang peduli, dan keinginan untuk mementingkan diri sendiri.
Karena itu, kita diajak untuk terus memurnikan diri. Kita belajar mengutamakan kehendak Tuhan di atas ambisi pribadi, melalui doa yang setia dan pelayanan yang tulus. Di situlah perlahan kita dibentuk menjadi gandum yang berbuah.
Masa panen pasti akan tiba. Sebelum saat itu datang, marilah kita menjaga hati dan tindakan kita, agar benih kasih tetap hidup dan bertumbuh. Semoga ketika Tuhan mengumpulkan hasil panen-Nya, hidup kita didapati penuh dengan buah kebaikan. (Laurentia Vonny) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.