KASIH YANG BERASAL DARI ALLAH
Rabu 29 Jul 2026Pw St. Marta, Maria dan Lazarus Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita (1 Yoh 4:10a) 1 Yoh 4:7-16 Mzm 34:2-11 Yoh 11:19-27 atau Luk 10:38-42 ---o---
Banyak situasi di dunia saat ini bertolak belakang dengan kasih: peperangan, kekerasan, kebencian, dan saling menghancurkan. Bahkan, membalas kejahatan dengan kejahatan sering dianggap hal yang wajar. Dalam keadaan seperti ini, muncul pertanyaan: apakah kasih itu masih ada?
Sabda Tuhan hari ini menegaskan bahwa kasih tidak berasal dari kita, melainkan dari Allah sendiri. Kasih Allah berbeda dari kasih dunia. Ia menerima kita apa adanya, tidak menunggu kita menjadi sempurna terlebih dahulu. Ia tidak membalas kejahatan, melainkan mengampuni, dan kasih-Nya nyata melalui pengorbanan-Nya di salib.
Peperangan yang terjadi di dunia sebenarnya mencerminkan `peperangan` dalam hati manusia: iri hati, egoisme, dan keinginan untuk menang sendiri. Karena itu, perubahan sejati harus dimulai dari dalam hati.
Ketika kita membiarkan kasih Allah tinggal dalam diri, kita dimampukan untuk mengampuni, bersabar, dan tidak mudah membenci. Mungkin kita tidak dapat menghentikan peperangan di dunia, tetapi kita dapat menghadirkan damai melalui hati yang dipenuhi kasih Tuhan.
Semoga melalui hidup kita, kasih Allah semakin nyata dan menjadi sumber damai bagi sesama. (Sr. Genevie Marie, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.