#renungan
*BERANI BERSAKSI ATAS KEBENARAN*
Sabtu 01 Agu 2026
_Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: `Tidak halal engkau mengambil Herodias!` (Mat 14:4)_
Rintangan berat yang dihadapi Nabi Yeremia tidak membuatnya takut atau putus asa. Sebaliknya, ia semakin berani dan lantang menyampaikan pesan Tuhan. Meskipun ia menyadari risiko besar, bahkan ancaman kehilangan nyawa, hal itu tidak membuatnya mundur atau bersembunyi. Yeremia menunjukkan jiwa besar dan keberanian luar biasa sebagai pewarta kebenaran Allah.
Keberanian serupa juga tampak dalam diri Yohanes Pembaptis. Ia dengan tegas menegur Herodes yang mengambil Herodias, istri saudaranya sendiri. Karena keberaniannya itu, Yohanes harus menanggung konsekuensi berat hingga akhirnya kehilangan nyawanya atas permintaan Herodias yang dipenuhi dendam.
Dari Yeremia dan Yohanes Pembaptis, kita belajar bahwa menyampaikan kebenaran membutuhkan keberanian yang besar. Kita tidak boleh menutup mata terhadap ketidakbenaran dan ketidakadilan hanya demi menjaga kenyamanan diri sendiri. Maka pertanyaannya bagi kita: sanggupkah kita menjadi saksi kebenaran, meskipun harus menghadapi risiko dan tantangan?
Ya Allah yang Mahakuasa, berikanlah kami keberanian untuk bersaksi tentang kebenaran-Mu di tengah kehidupan ini. Amin.
*_Sr. M. Stefani, P.Karm_*
Sabtu 01 Agu 2026
Pw St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
Hari Sabtu Imam
Yer 26:11-16.24; Mzm 69:15-16.30-31.33-34 Mat 14:1-12
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com
*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/L5LwkJsLw1YH6UfZTF3L8C
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup