KEMURNIAN HATI DALAM PELAYANAN PASTORAL
Selasa 04 Agu 2026Pw St. Yohanes Maria Vianney, Imam `Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang` (Mat 15:11) Yer 30:1-2.12-15.18-22 Mzm 102:16-21.29.22-23; Mat 15:1-2.10-14 ---o---
Pada peringatan wajib Santo Yohanes Maria Vianney, kita diajak mengenang seorang imam sederhana yang setia mendampingi umat melalui doa, pelayanan Sakramen Tobat, dan bimbingan rohani. Hidupnya menunjukkan bahwa pelayanan sejati lahir dari hati yang dekat dengan Allah.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan bahwa yang terpenting bukanlah aturan lahiriah, melainkan kemurnian hati. Apa yang kita katakan dan lakukan mencerminkan isi hati kita. Karena itu, kita dipanggil untuk melayani dengan hati yang tulus, penuh empati, dan tidak menghakimi. Dengan demikian, kehadiran kita dapat menghadirkan kasih Tuhan bagi sesama.
Teladan Santo Yohanes Maria Vianney mengajarkan bahwa dari hati yang murni lahir kata-kata yang menguatkan dan menuntun orang kembali kepada-Nya.
Santo Yohanes Maria Vianney doakanlah kami agar memiliki hati yang rela dan setia melayani Tuhan. (Sr. M. Janetta, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.