BELAJAR MEMBERI DARI HATI
Senin 10 Agu 2026Pesta St. Laurensius, Diakon Martir Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Kor 9:7) 2 Kor 9:6-10 Mzm 112:1-2.5-9; Yoh 12:24-26 ---o---
Banyak orang memandang memberi sebagai bentuk investasi: semakin banyak memberi, semakin besar pula imbalan yang diharapkan. Namun, Rasul Paulus menegaskan bahwa memberi bukanlah soal perhitungan, melainkan soal hati. Dunia sering bertanya, `Jika saya memberi, apa yang akan saya terima kembali?` Tetapi Tuhan melihat lebih dalam daripada sekadar jumlah; Ia melihat ketulusan hati di balik pemberian itu.
Kita memberi bukan agar diberkati, tetapi karena kita sudah terlebih dahulu menerima berkat dari Tuhan. Kemurahan hati lahir dari kepercayaan bahwa Tuhan senantiasa mencukupi hidup kita. Sebaliknya, jika memberi dilakukan karena takut, terpaksa, atau mengharapkan balasan, maka makna sejatinya telah hilang.
Tuhan mengasihi mereka yang memberi dengan sukacita. Kekikiran pun tidak selalu tentang uang, tetapi juga dapat tampak dalam sikap enggan memberi waktu, pengampunan, atau kasih kepada sesama. Sebaliknya, ketika kita belajar memberi dengan sukacita, kita mengalami kebebasan sejati`bebas dari ketakutan dan tekanan, karena kita percaya pada pemeliharaan Tuhan. (Sr. M. Alexandra, P. Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.