SALIB DI JALAN KEBENARAN
Minggu 30 Agu 2026Hari Minggu Biasa XXII Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku (Mat 16:24) Yer 20:7-9 Mzm 63:2-6.8-9 Rm 12:1-2 Mat 16:21-27 ---o---
Beberapa kesempatan lalu di Indonesia, kita mungkin melihat atau mendengar berita medsos tentang orang yang berjuang membela kebenaran justru disalahpahami dan diserang. Peristiwa seperti ini menyadarkan bahwa melakukan yang benar tidak selalu nyaman`ada `salib` yang harus dipikul.
Dalam Injil Matius 16:21-27, Yesus mulai menyatakan bahwa Ia harus menderita dan wafat. Ketika Petrus menolak, Yesus menegaskan bahwa jalan Allah berbeda dari keinginan manusia. Mengikut Yesus berarti siap menyangkal diri, bukan mencari aman. Salib bukan hukuman, tetapi tanda kesetiaan pada kehendak Allah, ajaran Yesus (Injil).
Hari ini, kita diajak berani memilih kebenaran Injili, walau berat. Seperti mereka yang tetap berdiri teguh di tengah tekanan, kita pun dipanggil setia. Sebab pada akhirnya, bukan kenyamanan yang menyelamatkan, tetapi kesetiaan kepada Kristus. (Rm. Brendan Maria, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.