HIDUP BERSAMA YANG LAIN
Minggu 13 Sep 2026Hari Minggu Biasa XXIV Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri (Rm 14:7) Sir 27:33-28:9 Mzm 103:1-4.9-12 Rm 14:7-9; Mat 18:21-35 ---o---
Manusia diciptakan Allah untuk hidup bersama yang lain. Dengan demikian, kodrat manusia adalah makhluk sosial. Oleh karena itu, manusia akan selalu berusaha untuk berinteraksi dengan sesamanya. Tidak jarang, dalam berinteraksi dengan yang lain, ada pengalaman dilukai maupun melukai, yang sering kali mengakibatkan pertengkaran, permusuhan, kebencian, dan dendam.
Namun demikian, bukan berarti kita harus berhenti berinteraksi dengan sesama, apalagi mengurung diri dan menjauh dari semua orang. Ini hanya akan membuat kita menjadi manusia yang terasing, bahkan dari diri sendiri dan Tuhan.
Terlebih lagi, sebagai orang yang menyebut diri pengikut Kristus, kita tidak dapat hidup dalam nafsu amarah, kebencian, dan dendam. Yesus sendiri mengajarkan kepada para murid-Nya agar senantiasa hidup dalam pengampunan. Sebab, kasih dan pengampunan merupakan inti kehidupan orang Kristen. Tanpa kedua hal tersebut, tidak mungkin kita dapat hidup bersama dengan yang lain dalam damai dan persaudaraan.
Ingatlah selalu bahwa dendam dan kesumat sangat mengerikan dan orang berdosalah yang dikuasainya (bdk. Sir 27:30). (Sr. M. Valentina, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.