MENELADAN KERENDAHAN HATI KRISTUS
Senin 14 Sep 2026Pesta Pemuliaan Salib Suci Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan (Flp 2:6) Bil 21:4-9 atau Flp 2:6-11 Mzm 78:1-2.34-38; Yoh 3:13-17 ---o---
Dalam berbagai kunjungan kenegaraan, Paus Fransiskus kerap meluangkan waktu untuk berjumpa dengan orang-orang sederhana, korban bencana, dan para pengungsi. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang justru bangga memamerkan harta dan kedudukannya. Bahkan, ada yang kehilangan arah hidup ketika kekayaan yang dimiliki lenyap dalam sekejap.
Yesus menunjukkan sikap yang berbeda. Meskipun setara dengan Allah, Ia tidak mempertahankan keilahianNya demi kepentingan diri sendiri. Sebaliknya, Ia mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan menyerahkan hidup-Nya demi keselamatan manusia. Ia rela berkorban karena melihat kebutuhan dan penderitaan umat-Nya.
Sebagai pengikut Kristus, kita pun dipanggil untuk meneladan kerendahan hati dan pengorbanan-Nya. Dengan bantuan rahmat Tuhan, marilah kita rela melayani sesama, bahkan dalam tugas-tugas sederhana yang mungkin dipandang rendah oleh dunia. Sebab, dalam pelayanan yang tulus, kita mencerminkan kasih dan cara hidup Yesus.
Sudahkah kita menghadirkan semangat melayani dalam hidup sehari-hari? Bentuk pengorbanan apa yang dapat kita berikan bagi sesama hari ini? (Sr. M. Laura, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.