MENDENGAR DAN MELAKUKANNYA
Selasa 22 Sep 2026Tetapi Ia menjawab mereka: `Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya` (Luk 8:21) Ams 21:1-6.10-13 Mzm 119:1.27.30.34-35.44; Luk 8:19-21 ---o---
Mungkin kita pernah merasa bahwa pendapat dan keinginan kita adalah yang paling benar, sehingga sulit menerima pandangan orang lain. Kita menilai segala sesuatu berdasarkan pikiran dan perasaan sendiri, lalu tanpa sadar menjadikan diri sebagai ukuran kebenaran. Akibatnya, kita mudah mengabaikan pandangan, perasaan, bahkan kebutuhan sesama.
Melalui Kitab Amsal, Tuhan mengingatkan bahwa Dialah yang menguji hati manusia (bdk. Ams 21:2). Sementara itu, Yesus mengatakan bahwa mereka yang mendengarkan dan melaksanakan firman Allah adalah keluarga-Nya. Sabda ini mengajak kita untuk menyadari bahwa kehendak Tuhan tidak selalu sama dengan keinginan pribadi kita. Karena itu, kita dipanggil untuk belajar membuka hati dan menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan.
Dalam keseharian, kita sering kali lebih ingin didengar daripada mendengarkan. Kesibukan, ego, dan keinginan pribadi membuat kita kurang peka terhadap suara Tuhan maupun sesama. Padahal, hati yang mau mendengar merupakan tanda kerendahan hati dan keterbukaan terhadap kehendak Tuhan. Hari ini, marilah kita berefleksi: apakah saya sungguh mendengarkan suara Tuhan dan melaksanakan kehendak-Nya dalam hidup saya? (Fr. Hugo del Carmelo, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.