SAAT DOA MENJADI TEMPAT PULANG
Rabu 07 Okt 2026Pw St. Perawan Maria, Ratu Rosario `Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya` (Luk 11:1b) Gal 2:1-2.7-14 Mzm 117:1-2 Luk 11:1-4 ---o---
Banyak orang masih berdoa setiap hari, tetapi hatinya tetap terasa jauh dari Tuhan. Bibir mengucapkan doa, sementara pikiran dan hati mudah melayang ke berbagai hal: kelelahan, kekhawatiran, luka lama, dan persoalan yang belum terselesaikan. Manusia modern terbiasa berbicara, tetapi perlahan kehilangan ruang untuk berdiam tenang di hadapan Allah. Karena itu, permohonan para murid, `Tuhan, ajarlah kami berdoa,` menjadi sangat mendalam. Mereka melihat bahwa Yesus tidak menjadikan doa sebagai pelarian atau sekadar tempat mencari mukjizat. Ia hidup dalam relasi yang intim dengan Bapa. Dari kedekatan itu lahir kekuatan, kejernihan, dan kasih yang terarah.
Doa yang diajarkan Yesus bukan pertama-tama tentang banyaknya permohonan, melainkan tentang hidup sebagai anak yang percaya bahwa dirinya sungguh diterima oleh Bapa. Dalam doa, manusia diajak untuk tinggal dalam kasih Allah dan menemukan kembali arah hidupnya.
Barangkali, kemiskinan terdalam manusia bukanlah kekurangan materi, melainkan kehilangan `rumah batin` untuk kembali kepada Allah. Dalam pengertian ini, doa adalah jalan pulang`tempat di mana hati kembali beristirahat di dalam Tuhan. (Fr. Laurensius Maria, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.