BERIMAN BUKAN BERARTI MENYUAP ALLAH
Jumat 09 Okt 2026`Orang yang benar akan hidup oleh iman` (Gal 3:11b) Gal 3:7-14; Mzm 111:1-6; Luk 11:15-26 ---o---
Banyak orang masih berdoa setiap hari, tetapi hatinya tetap terasa jauh dari Tuhan. Bibir me-ngucapkan doa, sementara pikiran dan hati mu-dah melayang ke berbagai hal: kelelahan, kekhawatiran, luka lama, dan persoalan yang belum terselesaikan. Manusia modern terbiasa berbicara, tetapi perlahan ke-hilangan ruang untuk berdiam tenang di hadapan Allah. Rasul Paulus menegaskan, `Orang yang benar akan hidup oleh iman.` Hidup oleh iman berarti menjadikan Allah sebagai pusat hidup, bukan sekadar hadir dalam doa, tetapi sungguh percaya dan berserah dalam setiap keadaan hidup. Doa yang sejati bukan pertama-tama banyaknya kata atau permohonan, melainkan sikap hati yang percaya bahwa kita sungguh diterima dan dipimpin oleh Allah. Dalam doa, manusia belajar untuk hidup oleh iman: percaya ketika belum mengerti, berserah ketika tidak berdaya, dan tetap setia ketika jalan terasa gelap. Barangkali, kemiskinan terdalam manusia bukanlah kekurangan materi, melainkan hidup tanpa kepercayaan yang utuh kepada Allah. Karena itu, doa adalah jalan untuk kembali hidup oleh iman`hidup yang bersandar penuh pada Tuhan, setiap hari dan dalam segala keadaan. (Fr. Primus Gervasius, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.