ANTARA SEMANGAT DUNIA DAN SEMANGAT KRISTUS
Kamis 22 Okt 2026Pw St. Yohanes Paulus II, Paus Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan (Luk 12:51) Ef 3:14-21; Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19; Luk 12:49-53 ---o---
Minyak dan air tidak dapat menyatu. Demikian pula semangat duniawi dan semangat Injil yang diajarkan Kristus tidak dapat dipadukan begitu saja. Keduanya memiliki arah dan tujuan yang berbeda. Karena itu, setiap pengikut Kristus dipanggil untuk memilih dan hidup menurut nilai-nilai Injil, mes-kipun sering kali berbeda dengan cara pandang dunia.
Orang yang sungguh mengikuti Kristus memiliki cara berpikir, menilai, dan bersikap yang dibentuk oleh kasih, kebenaran, dan kerendahan hati. Sebaliknya, semangat dunia sering kali mendorong manusia untuk mencari pengakuan, pujian, dan kepentingan diri sendiri. Inilah perbedaan yang dimaksudkan Yesus ketika berbicara tentang perpisahan: adanya pilihan yang jelas antara mengikuti kehendak Allah atau mengikuti arus dunia.
Marilah kita merenungkan diri. Apakah selama ini kita tanpa sadar lebih mengikuti semangat dunia agar diterima dan dianggap sesuai dengan lingkungan seki-tar? Misalnya, ketika membagikan sesuatu di media so-sial atas nama pewartaan, apakah yang sungguh kita cari adalah kemuliaan Tuhan atau justru pujian, `like`, dan `view` dari banyak orang? (Sr. M. Giselle, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.