WAKTU TAMBAHAN DARI TUHAN
Sabtu 24 Okt 2026Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah (Luk 13:8-9a) Ef 4:7-16; Mzm 122:1-5; Luk 13:1-9 ---o---
Bayangkan Anda menanam pohon mangga. Se-tiap hari Anda menyiram dan merawatnya dengan penuh perhatian. Namun, setelah ber-tahun-tahun, pohon itu tidak juga menghasilkan buah. Tentu muncul rasa kecewa dan keinginan untuk mene-bangnya agar tanahnya dapat digunakan untuk tanaman lain. Gambaran inilah yang digunakan Yesus dalam perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Pemilik kebun telah kehilangan kesabaran, tetapi pengu-rus kebun memohon agar pohon itu diberi kesempatan sekali lagi. Ia akan mencangkul tanah di sekitarnya dan memberinya pupuk agar dapat bertumbuh dan berbuah.
Melalui perumpamaan ini, kita diajak merenungkan dua hal penting. Pertama, ketika hidup kita belum meng-hasilkan buah kebaikan, Tuhan tidak serta-merta me-ninggalkan kita. Dengan penuh kasih, Ia memberi ke-sempatan untuk bertobat dan bertumbuh. Ia menyubur-kan hidup kita melalui firman-Nya dan menegur kita agar kembali ke jalan yang benar.
Kedua, kesempatan yang Tuhan berikan tidak ber-langsung selamanya. Kesabaran Tuhan memang besar, tetapi waktu hidup kita di dunia ini terbatas. Karena itu, kesempatan yang kita miliki hari ini bukanlah untuk me-nunda perubahan, melainkan untuk menghasilkan buah yang nyata dalam kehidupan. (Sr. M. Aloysie, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.