MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA
Minggu 25 Okt 2026Hari Minggu Biasa XXX `Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?` (Mat 22:36) Kel 22:21-27; Mzm 18:2-4.47.51; 1Tes 1:5-10; Mat 22:34-40 ---o---
Dalam bacaan Injil, Yesus menunjukkan hukum yang terutama. Pertama, kita diminta untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Artinya, seluruh hidup kita diarahkan kepada Tuhan. Dia menjadi pusat perhatian, sumber harapan, dan tujuan hidup kita. Mengasihi Tuhan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui ketaatan dan kesediaan untuk melakukan kehendak-Nya.
Sikap ini tampak dalam kehidupan jemaat di Tesalo-nika. Mereka menjadi penurut Tuhan, melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dan menjauhi dosa. Umat Tesalonika juga menerima Firman Tuhan dengan suka-cita dalam keterbukaan akan karya Roh Kudus. Sehing-ga mereka dipuji karena menjadi teladan dalam men-dengarkan melaksanakan Firman-Nya.
Hukum kedua terbesar yang Yesus sampaikan ada-lah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Bacaan pertama menunjukkan tindakan konkrit untuk mengasihi sesama: jangan menindas ataupun menekan orang yang lemah, tak berdaya, rentan ataupun gam-pang dibuli. Menolong orang yang meminta bantuan dan yang memohon pertolonganmu tanpa mengharapkan imbalan. Tunjukkan kasih kepada orang yang merugikan kamu. (Rm. Arsenius Viccar, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.