SEGALA KEPUTUSAN HARUS BERAKAR PADA DOA
Rabu 28 Okt 2026Pesta St. Simon dan Yudas, Rasul Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah (Luk 6:12) Ef 2:19-22; Mzm 19:2-5; Luk 6:12-19 ---o---
Sebelum mengambil keputusan penting, Yesus terlebih dahulu berdoa. Ketika hendak memilih kedua belas Rasul, Ia menghabiskan semalam suntuk dalam doa. Hal ini bukan karena Yesus tidak berkuasa, melainkan untuk menunjukkan bahwa hidup harus dijalani dalam ketaatan kepada Bapa dan selalu berakar pada relasi dengan-Nya.
Melalui teladan-Nya, Yesus mengajarkan bahwa doa adalah cara terbaik untuk mencari dan memahami ke-hendak Allah. Doa bukan sekadar mengucapkan kata-kata, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan, tem-pat kita menyerahkan rencana, harapan, dan keputusan hidup ke dalam tangan-Nya. Dalam doa, kita belajar ren-dah hati dan menyadari bahwa kita tidak mampu ber-jalan sendiri.
Karena itu, keputusan yang baik tidak lahir hanya dari pertimbangan manusia, tetapi juga dari keterbukaan ter-hadap kehendak Allah. Mencari kehendak-Nya bukan terutama soal memperoleh jawaban dengan cepat, melainkan membiarkan hati kita dibentuk agar semakin selaras dengan kasih dan rencana-Nya. (Rm. Denis Maria, CSE) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.